Emas Hutan Indonesia

EXECUTIVE SUMMARY

Gaharu adalah sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, memiliki kandungan damarwangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi secara alami atau buatan pada pohon Aguilaria sp. Pohon Gaharu (Aquilaria sp.) adalah spesies asli Indonesia. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, losion, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, lever, anti alergi, obat batuk, penenang sakit perut, rematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum dan aroma terapi.

Para petani gaharu sering kali tidak mengerti cara memanfaatkan agar pohon gaharu yang mereka tanam lebih bernilai ekonomis, di mana rata-rata pohon gaharu yang dibudidayakan oleh petani menghasilkan antara 10-20 juta rupiah per batang,. Hal ini dikarenakan proses pemeliharaan yang kurang maksimal, seperti proses inkubasi pada tanaman gaharu di wilayah kita masih secara alami, sedangkan di beberapa negara sudah menggunakan peralatan yang modern sehingga bisa menghasilkan gubal gaharu yang super. Proses inokulasi merupakan hal yang sangat menentukan harga dari tanaman gaharu, karena akan menentukan berapa banyak kerak/gubal yang akan dihasilkan dari pohon gaharu. Di negara Asia lainnya pohon gaharu bisa menghasilkan antara 300-500 juta per batang karena proses inokulasi yang baik, dan ini berbeda jauh dengan petani gaharu yang ada di negeri kita.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan dan meningkatkan hasil panen gaharu yang maksimal, maka harus melalui inokulasi dengan menggunakan CAKits yang teratur dan benar, karena hasil panen gaharu akan meningkat drastis. Penggunaan CAKits merupakan proses inokulasi yang sudah modern, tetapi memerlukan modal yang tergolong besar, karena dalam satu titik lubang mengeluarkan biaya berkisar 500.000 s/d 600.000 Rupiah per titik lubang, sedangkan dalam satu batang dipasang 10 sampai 15 titik agar menghasilkan kerak yang maksimal.

Inkubator Bisnis CDC UNIMAL © 2017