Unimal Siap Bantu Pemerintah Dampingi Pengusaha Pemula di Aceh

LHOKSEUMAWE – Ketua Pembina Inkubator Binsis Universitas Malikussaleh Ibrahim Qamarius mengatakan, data kemiskinan di Aceh yang diterbitkan BPS Aceh beberapa waktu lalu membuat kampus tersebut sangat prihatin.

“Dengan alokasi APBD (APBA) terbesar di Sumatera pada tahun 2016 tidak seharusnya angka kemiskinan tersebut terjadi di Aceh, di mana dengan APBA sebesar Rp 12,8 triliun dengan jumlah penduduk hanya sekitar 5 juta jiwa, tingkat kemiskinan Aceh justru menduduki peringkat tertinggi kedua setelah Bengkulu yaitu 16,73 persen,” kata Ibrahim melalui siaran pers, Senin, 8 Agustus 2016.

Persentase kemiskinan tersebut lebih tinggi dari tiga provinsi lainnya yakni Lampung dengan APBD 5 triliun, jumlah penduduk 8 juta jiwa, tingkat kemiskinan 14,44 persen. Sumatera Selatan dengan APBD 6,7 triliun, jumlah penduduk 11 juta jiwa, tingkat kemiskinan 13,55 persen. Sementara Sumatera Utara dengan APBD 9,9 triliun, jumlah 14 juta jiwa, tingkat kemiskinan 10,35 persen.

“Kondisi ini jauh dari ekspektasi dan euforia rakyat Aceh atas momentum dana yang melimpah yang diharapkan membawa mereka pada kemakmuran dan kesejahteraan,” kata kandidat Doktor Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta ini.

Sebagai solusi katanya, diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha yang terintegrasi. Dalam hal ini kata dia, Unimal siap untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Aceh.

Sebagai langkah konkrit kata Ibrahim, dalam waktu dekat Universitas Malikussaleh melalui Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh akan menawarkan model inkubasi bisnis pengusaha pemula atau startup tanpa dipungut biaya apapun selama masa inkubasi.

Pendampingan yang akan dilakukan meliputi peningkatan kapasitas, action plan, business matching, membuka akses permodalan, akses pasar dan pendampingan lainnya.

“Adapun tenaga pendamping terdiri dari dosen profesional dari berbagai disiplin ilmu dari internal Unimal maupun mitra yang bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Unimal, seperti dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), dan mitra lainnya.”

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Apridar, mendukung penuh model inkubasi bisnis pengusaha pemula atau startup tersebut. Karena dengan model pendampingan tersebut diharapkan akan mempercepat tumbuhnya iklim usaha yang kondusif di Aceh, sehingga akan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan  mengurangi kemiskinan di Aceh.

“Universitas Malikussaleh  selalu siap bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha dalam menekan kemiskinan di Aceh dan selalu akan bekerjasama dalam berbagai bidang pembangunan lainnya,” katanya.

Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh saat ini telah mengikubasi beberapa pengusaha pemula berbasis teknologi (startup) dan salah satu startup binaan yaitu toko online pajanlom.com yang telah berhasil memperoleh hibah Rp 254.520.000 dari Inkubator Bisnis Teknologi Kemenristek Dikti pada tahun 2016.

“Bagi pengusaha pemula dapat menghubungi Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh, di Gedung Pascasarjana Lt 2, Kampus Unimal Lancang Garam – Lhokseumawe,” kata Ibrahim.[](ihn)

sumber : http://portalsatu.com/read/ekbis/unimal-siap-bantu-pemerintah-dampingi-pengusaha-pemula-di-aceh-15875

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inkubator Bisnis CDC UNIMAL © 2018