Walikota Lhokseumawe dan Danlanal Gandeng Unimal untuk Pemberdayaan Ekonomi Pesisir

Lhokseumawe – Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Marinir Nasruddin menggandeng Inkubator Bisnis CDC Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk pemberdayaan ekonomi pesisir. Berawal dari acara Ngopi Bareng di Black Castel, Kana Coffee Platinum antara Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Kolonel Marinir Nasruddin, dan Pembina Inkubator Bisnis CDC Unimal Ibrahim Qamarius, disepakati suatu kemitraan untuk pemberdayaan ekonomi pesisir. Pada tahap awal direncanakan untuk mengaktifkan kembali pabrik garam di Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, yang sempat terhenti beroperasi beberapa tahun yang lalu.

Tanpa menunggu lama, sebagaimana kesepakatan bersama setelah shalat Jumat (2/6/2017), Tim Walikota, Tim Danlanal, dan Tim Unimal langsung menuju ke lokasi pilot project. Diatas lahan 12 hektar milik Pemko Lhokseumawe, selain pabrik garam rencananya Pemko Lhokseumawe juga akan membangun pabrik pakan dan beberapa industri lainnya.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengatakan, pabrik garam yang sempat terhenti beroperasi beberapa tahun lalu akan kembali diaktifkan. “Insyaallah setelah lebaran pabrik ini akan diaktifkan kembali,” kata Suadi Yahya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Lhokseumawe itu menyampaikan pabrik garam tersebut bukan terbengkalai, namun hingga sekarang memang belum diaktifkan, dan belum dilakukan launching untuk menjadi sebuah tempat produksi.

“Bukan terbengkalai, tetapi belum diaktifkan. Dulu baru tahap uji coba untuk melihat maksimal atau tidak. Rencananya setelah lebaran Idul Fitri ini akan dioperasikan melalui UPTD,” katanya.

Sementara itu, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Nasruddin mengatakan salah satu tujuan diaktifkan pabrik ini untuk meningkatkan produksi garam, serta bisa menyuplai ke industri yang membutuhkan garam di Lhoksumawe, Aceh Utara dan Bireuen dan sejumlah wilayah lainnya.

Selain akan berpartisipasi pada pilot project yang digagas Pemko Lhokseumawe, Lanal Lhokseumawe juga akan mengembangkan potensi garam dan potensi ekonomi pesisir di wilayah teritorial Lanal Lhokseumawe yang meliputi Kab Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, dll.

Sementara Pembina Inkubator Bisnis CDC Unimal, Ibrahim Qamarius mengharapkan, rencana Pemko Lhokseumawe mengoperasikan pabrik garam dan beberapa industri lainnya akan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu Pemko diharapkan dapat bermitra dan membina masyarakat setempat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Dimana pada gilirannya industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lhokseumawe.

.

Baca juga: 5 Startup Binaan Unimal Teken Kontrak dan Ikut Pelatihan IBT Kemenristekdikti

.

“Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya juga mengajak pihak Unimal untuk berkontribusi dalam pengoperasian kembali pabrik garam tersebut. Hal ini merupakan sebuah potensi yang harus dikembangkan dan perlu didukung semua pihak,” kata Ibrahim Qamarius, Jumat (2/6/2017).

Lebih lanjut disampaikan, pihak Unimal akan menawarkan beberapa potensi terhadap rencana Pemko Lhokseumawe. Pihak Unimal melalui Inkubator Bisnis akan mempersiapkan beberapa hal, antara lain pengembangan kapasitas (capacity building), business plan, action plan, membantu proses produksi, akses pemasaran, dll.

“Kita sudah memberi masukan, agar Pemko Lhokseumawe mendirikan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan pengelola dari kalangan profesional. Namun karena harus melalui Qanun dan akan membutuhkan waktu yang relatif lama, maka untuk sementara Pak Walikota cenderung untuk dikelola melalui UPTD, tapi pengelolanya bukan dari pejabat/birokrat Pemko Lhokseumawe,” katanya.

.

Baca juga: Unimal Ditunjuk Kemenristekdikti Mendampingi Inovasi Energi Listrik Pohon Kedondong

.

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inkubator Bisnis CDC UNIMAL © 2017